Analisis Kinerja Keuangan Operasional Perkebunan Kakao pada Lahan Rehabilitasi Pascatambang di Desa Kelubir Tahun 2025-2026
Abstract
Penelitian kuantitatif deskriptif ini bertujuan mengevaluasi biaya operasional tahun 2025 dan nilai produksi awal (Januari–Juli 2026) perkebunan kakao pada lahan Rehabilitasi Pascatambang (RPT) seluas 88 ha di Desa Kelubir. Hasil penelitian menunjukkan total pengeluaran operasional mencapai Rp350.546.584,89, sementara estimasi nilai produksi awal sebesar Rp5.824.786,80 (dari 84,4172 kg biji kering). Evaluasi deskriptif tersebut menghasilkan defisit operasional sebesar Rp344.721.798,09 dengan tingkat efisiensi awal (R/C Ratio) sebesar 0,0166. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai produksi panen perdana belum mampu menutup tingginya biaya pemeliharaan di lahan RPT. Meskipun demikian, keberhasilan tanaman memasuki fase generatif dan memproduksi biji kakao menjadi indikator awal keberhasilan pemanfaatan lahan rehabilitasi untuk budi daya kakao.