Representasi Budaya Jawa Dalam Animasi 3d Youtube: Analisis Teks Pada Kanal Youtube Panggung Narasi Jagad Mandala
Abstract
Transformasi digital telah secara signifikan mengubah cara budaya lokal diproduksi, didistribusikan, dan diinterpretasikan. Narasi tradisional Jawa yang secara historis berakar pada pertunjukan fisik kini banyak diadaptasi ke dalam format animasi 3D di YouTube. Penelitian ini berfokus pada kanal Panggung Narasi Jagad Mandala sebagai representasi signifikan dari fenomena tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis representasi budaya Jawa dan menganalisis bagaimana transformasi medium digital memengaruhi representasi budaya Jawa dalam animasi 3D. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis teks media, data dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap tiga video pilihan: Legenda Aji Saka, Kuda Anjampiani, dan Geger Perdikan Mangir. Analisis menggunakan teori representasi Stuart Hall sebagai kerangka utama, sedangkan semiotika Barthes dan teori adaptasi Hutcheon digunakan sebagai perangkat konseptual pendukung untuk menjelaskan makna simbolik dan transformasi media. Temuan menunjukkan bahwa budaya Jawa direkonstruksi melalui hibridisasi visual perpaduan estetika tradisional dengan gaya CGI (Computer-Generated Imagery) global serta penyederhanaan narasi, di mana kedalaman filosofis yang kompleks direduksi menjadi penceritaan linier yang bersifat moralistik. Selain itu, nuansa linguistik seperti tingkat tutur bahasa Jawa diminimalkan demi aksesibilitas audiens nasional yang lebih luas. Hasil penelitian menegaskan bahwa kanal ini berfungsi sebagai ruang negosiasi yang menyeimbangkan pelestarian budaya dengan karakteristik komunikatif dari media digital. Fenomena ini memicu 'penjinakan' kompleksitas budaya agar selaras dengan pola konsumsi konten digital kontemporer.