Negotiating Religious Identity in Digital Spaces: Revisiting Nadja Miczek's Concept of Online Religious Negotiation
Abstract
Transformasi digital telah mengubah cara individu membangun, menampilkan, dan menegosiasikan identitas keagamaannya dalam ruang publik. Internet tidak lagi berfungsi hanya sebagai media komunikasi keagamaan, tetapi juga sebagai arena sosial tempat identitas, makna, dan otoritas keagamaan diproduksi serta diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan menelaah kembali konsep online religious negotiation yang dikemukakan Nadja Miczek serta relevansinya dalam konteks media sosial kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Narrative Literature Review melalui analisis terhadap karya Miczek dan berbagai literatur mengenai digital religion, identitas keagamaan digital, serta transformasi otoritas keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital telah berkembang menjadi arena negosiasi identitas religius yang bersifat personal sekaligus publik. Selain itu, terjadi pergeseran otoritas keagamaan dari institusi formal menuju aktor digital seperti kreator konten religius, influencer, dan komunitas daring. Ruang digital juga menjadi arena kontestasi makna religius yang mempertemukan berbagai interpretasi dan klaim legitimasi keagamaan. Penelitian ini menemukan bahwa konsep online religious negotiation masih relevan untuk menjelaskan dinamika keberagamaan digital, namun perlu diperluas dengan mempertimbangkan peran platform dan algoritma dalam membentuk visibilitas, interaksi, dan legitimasi keagamaan. Oleh karena itu, artikel ini mengusulkan konsep platformed religious negotiation sebagai pengembangan konseptual untuk memahami negosiasi identitas, makna, dan otoritas keagamaan pada era media sosial.