Pemberdayaan Generasi Z Dalam Perencanaan Karier Melalui Percakapan Sosial Partisipatif: Pengalaman Pengabdian Masyarakat di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu
Abstract
Perencanaan karier dan pemilihan program studi merupakan salah satu tugas perkembangan paling penting yang dihadapi oleh siswa Generasi Z. Perubahan teknologi yang pesat, perluasan informasi digital, dan pengaruh media sosial yang semakin besar telah menciptakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tantangan yang kompleks bagi remaja dalam membuat keputusan pendidikan dan karier yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan karier, identifikasi potensi diri, dan pilihan program studi di kalangan siswa Generasi Z melalui pendekatan percakapan sosial yang sangat partisipatif dan berbasis dialog. Intervensi dilakukan di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Sabah, Malaysia, yang melibatkan 30 siswa dan 8 fasilitator ahli selama sesi multi-tahap yang mendalam selama 120 menit. Implementasi operasional terdiri dari empat tahapan perkembangan terstruktur: pembukaan dan pemecah kebekuan, distribusi tema kelompok kecil, percakapan sosial inti, dan penutupan berbasis refleksi. Data empiris dikumpulkan menggunakan instrumen kualitatif, termasuk observasi partisipan terstruktur, catatan lapangan fasilitator yang komprehensif, dan catatan refleksi lisan dari peserta didik. Analisis kualitatif deskriptif mengungkapkan bahwa siswa secara aktif dan kritis terlibat dalam diskusi mengenai aspirasi profesional masa depan, pemetaan potensi diri, kompetensi literasi digital, pengaruh psikologis media sosial, dan hubungan interpersonal. Metode percakapan sosial menciptakan lingkungan belajar yang aman secara psikologis, non-hierarkis, dan egaliter yang berhasil mendorong refleksi kolaboratif, pembelajaran antar teman sebaya, dan eksplorasi karier yang komprehensif. Temuan secara meyakinkan menunjukkan bahwa pendekatan percakapan interaktif dan partisipatif sangat efektif dalam membantu siswa Generasi Z mengartikulasikan tujuan karier yang konkret, mengevaluasi alternatif program studi yang kompleks, menilai secara kritis informasi yang diperoleh melalui saluran media sosial, dan mengembangkan kepercayaan diri yang jauh lebih besar dalam merencanakan masa depan profesional mereka. Aktivitas ini menyoroti relevansi mendalam dari percakapan sosial sebagai strategi keterlibatan komunitas modern untuk mendukung pengembangan karier dan kesejahteraan psikologis kaum muda dalam konteks digital kontemporer.