Menanam Nasionalisme dan Budaya Nusantara Melalui Lagu, Permainan Tradisional dan Dongeng Anak di Sanggar Bimbingan
Abstract
Keterbatasan akses pendidikan formal bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia akibat kendala status keimigrasian memicu terjadinya masalah krusial, salah satunya fenomena buta aksara dan krisis identitas nasional. Program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKNI) Universitas Pancasakti Tegal ini bertujuan untuk menanamkan kembali rasa nasionalisme dan budaya Nusantara pada anak-anak PMI di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Kajang, Selangor, Malaysia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mahasiswa pengabdi bertindak sebagai pengamat partisipatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan catatan lapangan. Intervensi edukasi diterapkan melalui Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal menggunakan tiga media interaktif, yaitu pengenalan lagu daerah, metode dongeng nusantara (storytelling), serta permainan tradisional seperti "ABC Lima Dasar" dan "Ampar-Ampar Pisang". Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan emosional dan kultural ini terbukti sangat efektif mengikis kejenuhan metode tulis-salin akibat keterbatasan fisik modul belajar. Metode interaktif berbasis kearifan lokal berhasil membangkitkan motivasi belajar, melatih ketangkasan berpikir, serta memperkokoh fondasi karakter nasionalisme mereka di tanah rantau.